Per September 2026, 9 Taman Nasional Ditutup, Pendakian Dibatasi karena Karhutla

Per September 2026, 9 Taman Nasional Ditutup, Pendakian Dibatasi karena Karhutla

Musim kemarau makin kering. Mulai 1 September 2026, 9 taman nasional ditutup sementara dan sejumlah jalur pendakian dibuka secara terbatas.

9 Taman Nasional Ditutup, Pendakian Dibatasi karena Karhutla

Musim kemarau tahun ini mulai terasa makin ekstrem. Di sejumlah jalur pendakian, vegetasi yang biasanya masih hijau kini berubah kering dan mudah terbakar. Kondisi seperti ini membuat risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ikut meningkat, terutama di kawasan konservasi yang banyak menerima aktivitas manusia.

Mulai 1 September 2026, Kementerian Kehutanan memberlakukan penutupan sementara aktivitas pendakian di sejumlah taman nasional yang dinilai memiliki risiko karhutla tinggi. Kebijakan ini ditetapkan berdasarkan pemetaan risiko masing-masing kawasan, termasuk kondisi bahan bakar alami yang kering di jalur, potensi dampak ekologis, serta kesiapan tim di lapangan.

9 Taman Nasional yang Ditutup Sementara

Buat teman-teman yang sudah punya rencana muncak dalam waktu dekat, penting untuk mengetahui kawasan mana saja yang terdampak.

Sembilan taman nasional yang masuk dalam daftar penutupan sementara adalah:

  1. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
  2. Taman Nasional Gunung Ciremai
  3. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
  4. Taman Nasional Kerinci Seblat
  5. Taman Nasional Tambora
  6. Taman Nasional Manusela
  7. Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya
  8. Taman Nasional Gunung Leuser
  9. Taman Nasional Lorentz

Penetapan status tersebut dilakukan berdasarkan tingkat risiko di masing-masing kawasan. Faktor yang diperhitungkan antara lain tingkat kekeringan vegetasi atau bahan bakar alami, konsekuensi ekologis apabila terjadi kebakaran, hingga kesiapan personel untuk melakukan penanganan di lapangan.

Jadi, jangan langsung menganggap semua gunung sedang ditutup. Status pendakian ditentukan berdasarkan kondisi dan tingkat risiko masing-masing kawasan.

Bagaimana dengan Jalur yang Risikonya Sedang?

Tidak semua kawasan konservasi mendapatkan status penutupan penuh. Untuk wilayah dengan tingkat risiko sedang, aktivitas pendakian masih dapat dilakukan secara terbatas dengan pengawasan yang lebih ketat.

Artinya, kalau gunung yang ingin kamu datangi masih berstatus buka, tetap jangan menganggap kondisinya sama seperti musim pendakian biasa. Ikuti aturan pengelola, jangan membuat api sembarangan, dan pastikan seluruh aktivitas camping tidak meninggalkan potensi sumber kebakaran.

Bagaimana dengan Event yang Sudah Terjadwal?

Nah, ini yang juga penting buat teman-teman yang sudah punya agenda jauh-jauh hari.

Beberapa kegiatan yang sebelumnya sudah terjadwal tetap dapat dilaksanakan dengan pengawasan penuh dari tim gabungan di lapangan. Salah satunya Merbabu Trail Run, bersama agenda tertentu di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi dan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Jadi kalau kamu sudah punya event atau kegiatan yang terjadwal, jangan langsung berasumsi acaranya batal. Cek kembali informasi resmi dari panitia dan pengelola kawasan karena pelaksanaannya dapat mengikuti ketentuan khusus yang berlaku di lapangan.

Kalau Agenda Muncak Harus Diundur

Buat kami di Nuevanesia, reschedule pendakian memang kadang bikin kecewa. Apalagi kalau perlengkapan sudah disiapkan, cuti sudah diambil, dan teman satu rombongan sudah siap berangkat.

Tapi kalau kondisi jalur memang sedang rawan, lebih baik gear disimpan dulu daripada memaksakan perjalanan. Sambil menunggu kondisi membaik, kamu bisa cek kembali kebutuhan perjalanan berikutnya. Kalau ada perlengkapan yang belum lengkap, kami menyediakan sewa alat camping untuk kebutuhan pendakian dan camping. Gear yang sudah lama tersimpan juga bisa dirawat lewat layanan laundry alat outdoor, atau kalau memang sudah waktunya menambah perlengkapan pribadi, tersedia juga jual alat outdoor.

Yang penting, jangan cuma mengecek kondisi gunung dari postingan lama. Sebelum berangkat, pastikan status jalurnya masih resmi dibuka dan ikuti aturan terbaru dari pengelola kawasan.

Gunung bisa didaki lagi nanti. Hutan yang terbakar belum tentu bisa kembali seperti semula.

Diskusi & Komentar (0)

Belum ada diskusi untuk artikel ini. Jadilah yang pertama!

Ikut Berdiskusi

Anda harus menjadi member terverifikasi untuk meninggalkan jejak di jurnal ini.

Pilih Kategori Produk

Memuat kategori...