6 Barang yang Sering Diremehkan, Tapi Kepakai Banget Saat Musim Kemarau

Debu, panas, dan dingin malam bikin pendakian kemarau lebih berat. Ini 6 barang yang selalu kami bawa supaya perjalanan tetap nyaman.
Naik gunung saat musim kemarau punya cerita sendiri. Jalur memang biasanya lebih kering dan kemungkinan kehujanan lebih kecil, tetapi justru debu, panas matahari, dan udara dingin malam hari bisa bikin badan lebih cepat terkuras. Kami beberapa kali merasakan sendiri bagaimana jalur yang berdebu membuat napas terasa kurang nyaman dan perjalanan jadi lebih melelahkan dari biasanya. Karena itu, ada beberapa barang kecil yang hampir selalu masuk ke tas kami ketika mendaki di bulan-bulan kemarau.
Barang-barang ini mungkin kelihatannya sepele dibanding tenda, carrier, atau sleeping bag. Tapi ketika sudah berada di jalur, baru terasa kenapa perlengkapan kecil seperti buff, topi, sunscreen, air, kacamata, dan sarung tangan tetap layak disiapkan.
1. Buff untuk Menghadapi Jalur Berdebu
Salah satu hal yang paling kami ingat ketika mendaki di musim kemarau adalah debu. Curah hujan yang rendah membuat beberapa jalur menjadi sangat kering, dan ketika banyak pendaki lewat, debunya bisa beterbangan ke mana-mana.
Buff akhirnya jadi barang yang cukup sering kami pakai. Selain bisa digunakan untuk melindungi kepala dan leher, buff juga bisa membantu menutup area hidung dan mulut dari debu.
Biasanya kami menggunakan buff dengan sedikit membasahi bagian depannya sebelum dipakai menutup hidung. Sensasi udara yang masuk terasa lebih lembap sehingga lebih nyaman ketika jalur sedang kering dan berdebu.
2. Topi, Barang Kecil yang Sering Terasa Manfaatnya
Topi mungkin bukan perlengkapan yang terlihat penting ketika pertama kali menyusun isi carrier. Tapi begitu harus berjalan di bawah matahari yang terik, terutama ketika melewati area terbuka atau savana, baru terasa bedanya.
Kami sendiri cukup sering membawa topi saat hiking maupun trekking. Selain membantu mengurangi paparan langsung matahari ke kepala dan wajah, topi juga lumayan membantu ketika tiba-tiba ada gerimis atau tetesan air dari pepohonan.
Buat kami, topi termasuk perlengkapan sederhana yang tidak membutuhkan banyak ruang di carrier tetapi cukup sering terpakai.
3. Sunscreen Jangan Cuma Dibawa, Tapi Dipakai
Kalau sudah mulai naik ke area yang terbuka, sinar matahari terasa jauh lebih menyengat. Karena itu sunscreen juga termasuk barang yang selalu kami usahakan ada di tas.
Fungsinya bukan sekadar supaya kulit tidak terlihat gosong. Sunscreen membantu melindungi kulit dari paparan sinar UVA dan UVB, terutama ketika kita berada di luar ruangan selama berjam-jam.
Jadi jangan sampai sunscreen cuma ikut naik gunung di dalam tas. Dipakai juga, terutama pada bagian kulit yang banyak terkena sinar matahari.
4. Air: Jangan Sampai Salah Menghitung Kebutuhan
Kalau ada satu barang yang menurut kami tidak boleh disepelekan ketika mendaki di musim kemarau, jawabannya jelas: air.
Saat musim kemarau, kami biasanya menyiapkan sekitar 3–4 liter air untuk pendakian satu malam, tentu dengan menyesuaikan kondisi jalur, cuaca, sumber air, kebutuhan memasak, dan kebutuhan pribadi. Kekurangan cairan bisa jauh lebih mengganggu perjalanan dibanding sekadar merasa lapar.
Air yang dibawa juga bukan hanya untuk minum. Bisa digunakan untuk memasak atau kebutuhan lainnya selama perjalanan. Apalagi ada gunung atau jalur tertentu yang sumber airnya terbatas.
Tapi ada satu hal yang jangan dilupakan: air itu berat. Satu liter air kurang lebih satu kilogram. Jadi kalau membawa tambahan beberapa liter, beban carrier juga otomatis bertambah. Karena itu, kami selalu berusaha mencari titik aman antara kebutuhan air dan beban yang sanggup dibawa.
Kalau kamu camping dan membutuhkan wadah air tambahan, salah satu opsi yang tersedia di Nuevanesia adalah Kantong Air Minum Jerigen Lipat Portable Water Bag Kapasitas 8L. Kapasitasnya 8 liter dan bentuknya bisa dilipat ketika sudah tidak digunakan, sehingga cukup praktis untuk kebutuhan camping.
Kantong Air Minum Jerigen Lipat Portable Water Bag Kapasitas 8L
Kalau sedang melengkapi perlengkapan camping sendiri, kamu juga bisa melihat pilihan jual alat outdoor di Nuevanesia.
5. Kacamata Hitam Biar Mata Nggak Terus Menyipit
Kacamata hitam adalah salah satu barang yang hampir selalu kami bawa saat naik gunung.
Bukan karena harus menggunakan kacamata mahal atau model khusus. Buat kami, kacamata hitam sederhana saja sudah cukup membantu ketika berjalan di bawah matahari yang terik.
Pernah merasa dahi seperti terus mengernyit ketika melihat jalur yang sangat terang? Nah, itu yang sering kami rasakan. Ketika menggunakan kacamata hitam, mata terasa lebih rileks dan perjalanan di area terbuka jadi terasa lebih nyaman.
Apalagi ketika melewati savana atau jalur tanpa banyak pepohonan. Barang kecil seperti ini baru terasa manfaatnya setelah dipakai sendiri.
6. Sarung Tangan untuk Udara Dingin dan Trekking Pole
Nah, ini yang sering bikin orang bingung. Bukannya musim kemarau panas?
Siang hari memang bisa terasa panas, tetapi malam sampai dini hari di gunung justru bisa terasa sangat dingin. Di Indonesia kita juga mengenal fenomena bediding, ketika langit cenderung cerah dan minim awan sehingga panas dari permukaan bumi lebih mudah terlepas pada malam hari.
Karena itu, sarung tangan tetap kami masukkan ke daftar perlengkapan naik gunung saat musim kemarau.
Selain menjaga tangan tetap nyaman ketika udara dingin, sarung tangan juga terasa berguna ketika kami menggunakan trekking pole dalam perjalanan panjang. Tidak harus selalu sarung tangan outdoor yang mahal. Sarung tangan wol yang nyaman pun bisa menjadi pilihan, selama memang cukup hangat dan tidak membuat tangan cepat pegal.
Kalau bisa mendapatkan yang memiliki fitur touchscreen, malah lebih praktis. Mau membuka HP, melihat navigasi, membalas pesan, atau mengambil foto tidak perlu terus-menerus melepas sarung tangan.
Salah satu pilihan yang tersedia di Nuevanesia adalah Sarung Tangan Winter Camping - Wol - Touch Screen, dengan material luar wol dan fitur touchscreen pada bagian ujung jari.
Sarung Tangan Winter Camping - Wol - Touch Screen
Barang Kecil, Tapi Jangan Sampai Ketinggalan
Jadi, kalau kami harus menyusun ulang isi carrier untuk pendakian musim kemarau, enam barang kecil yang biasanya tetap kami siapkan adalah buff, topi, sunscreen, air, kacamata hitam, dan sarung tangan.
Tidak semuanya harus mahal. Yang penting memang sesuai kebutuhan, nyaman digunakan, dan benar-benar masuk akal untuk kondisi perjalanan yang akan kita hadapi.
Untuk perlengkapan minum, misalnya, kami juga menyediakan Cangkir Kopi Gagang Lipat 270ml yang cukup compact untuk dibawa camping atau naik gunung. Handle-nya bisa dilipat sehingga lebih mudah dimasukkan ke dalam carrier tanpa memakan banyak ruang.
Cangkir Kopi Gagang Lipat 270ml
Kalau kamu belum punya perlengkapan lengkap untuk pendakian, nggak harus langsung membeli semuanya. Kamu bisa cek layanan sewa alat camping Nuevanesia dan pilih perlengkapan sesuai kebutuhan perjalananmu.
Dan setelah perjalanan selesai, jangan lupa gear juga perlu dirawat. Kalau tenda, carrier, sleeping bag, jaket, atau perlengkapan outdoor lainnya sudah kotor setelah dipakai, kamu bisa menggunakan layanan laundry alat outdoor Nuevanesia supaya perlengkapan siap dipakai lagi untuk perjalanan berikutnya.
Laundry Alat Outdoor Nuevanesia
Buat kami, perlengkapan outdoor yang baik bukan selalu yang paling mahal. Yang penting adalah barangnya memang kepakai ketika dibutuhkan. Karena sering kali, justru barang kecil yang kelihatannya sepele itulah yang bikin perjalanan di gunung terasa jauh lebih nyaman.